.

.

Senin, 20 Januari 2014

Liburan Produktif vs Liburan Mematikan

Bismillah
::INSPIRING PEOPLE::

 
alhurriyyah.lk.ipb.ac.id | Mendengar kata “LIBURAN” mungkin identik dengan kata jalan-jalan, pulang kampung, atau bersenang-senang. Namun disadari atau tidak, liburan itu bisa berdampak buruk bagi kita jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Bahkan liburan itu dapat “membunuh” kita ketika banyak hal-hal yang tidak bermanfaat yang kita kerjakan hingga akhirnya kita terpelosok dalam jurang kemaksiatan.

Sebagai seorang mahasiswa, mungkin ketika aktif kuliah kita disibukan dengan berbagai macam kegiatan organisasi atau tugas kuliah. Setiap malam mengerjakan tugas, siangnya kuliah dan sore sampai malam hari kita sibuk untuk rapat atau kerja kelompok. Namun, coba kita fikirkan ketika waktu liburan tiba. Seolah-olah kesibukan itu semua menghilang begitu saja. Bahkan kita bingung untuk mengerjakan apa ketika sedang liburan. Disanalah “pertarungan kesibukan” dimulai. Ya, PERTARUNGAN KESIBUKAN antara Produktif atau Mematikan.
Apa yang dimaksud dengan Liburan Mematikan?
Mungkin ini hanya sebuah kiasan belaka. Maksud dari “Liburan Mematikan” ini adalah ketika kita mengisi liburan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga mengundang banyak kemaksiatan dalam aktifitas kita. Misal dalam contoh kasus nyata : Sebut saja si A yang mengisi liburannya dengan pulang kampung yang jauh. Apa salahnya kalau liburan diisi dengan pulang kampung? Kan kita rindu dengan orang tua yang sudah lama tak berjumpa. Tidak, tidak salah. Memang tidak ada salahnya. Namun hal yang harus diperhatikan adalah aktifitas apa yang kita lakukan ketika mengisi liburan tersebut. Lanjut ke dalam kisah, si A tiba di kampung halamannya. Sungguh bahagianya bertemu dengan keluarganya. Nah, inilah saatnya bagi si A untuk istirahat sejenak dari kesibukan kuliah. Setiap harinya, si A seperti robot. Pagi hari makan dan nonton TV. Siang harinya baru mandi dan makan lagi (siang) dilanjutkan tidur siang. Sorenya nonton acara Gosip di TV swasta. Hingga menjelang malam hari hanya disitu-situ saja aktifitasnya. Mungkin ada variasinya dengan main Internet, Fb, Twitter, main games, PS, Shopping, dsb.  Lebih buruknya lagi, ketika si A terayu oleh bisikan syetan untuk berbagai macam kemaksiatan. Padahal ketika aktif di kampus, si A adalah seorang Aktifis Lembaga Kemahasiswaan yang di pandang banyak orang. Inilah yang disebut dengan “Liburan Mematikan”.


Dalam berbeda kasus, Si B adalah seorang aktifis LDK (Lembaga Dakwah Kampus) di Institut Pertanian Bogor. Ketika liburan tiba, dia berencana untuk pulang kampung. Namun ada sesuatu yang berbeda. Karena kepulangannya agak telat. Karena dia harus menyusun Program Kerja (proker) terlebih dahulu di LDK. Dan setelah itu dia harus mengisi acara Seminar Nasional Kepemudaan Muslim di pulau Kalimantan sana. Sungguh singkat liburan yang dia miliki. Tiba saatnya untuk pulang kampung. Dia hanya memiliki waktu 6 hari untuk singgah sejenak di kampung halamannya. Hanya untuk melepas rasa rindu kepada orangtua dan keluarganya. Dengan kedewasaannya, dia mengatur jadwal liburannya ketika di kampung halaman. Di pagi hari, dia harus bangun jam 03.30 untuk sholat malam. Setelah itu mencoba untuk menghafal Al-Qur`an beberapa ayat. Subuh tiba, dia bergegas menuju Masjid sekitar untuk sholat jama`ah dan dilanjutkan dengan membaca Do’a Pagi Harian (Al-Ma`tsurot). Setelah itu, dia mencoba lagi untuk menghafal Al-Qur`an hingga waktu menunjukan pukul 06.00. Selanjutnya dia makan bersama keluarga tercinta dan bersenda gurau. Setelah itu dia melanjutkannya dengan membaca buku “Menjadi Pengusaha Sukses di Usia Muda” hingga waktu Dhua tiba. Sholat Dhua dan dilanjutkan belajar Desain Grafis secara mandiri. Dan begitu seterusnya dalam sehari-hari ketika liburan di rumahnya. Mengunjungi sanak saudara untuk menyambung silaturahim dan bertemu dengan teman-teman Rohis SMA nya untuk membantu kegiatan Rohis. Begitulah keseharian si B mengisi liburannya. Tanpa menghilangkan kebiasaan baiknya di kampus. Tilawah One Day One Juz, Al -Matsurot, menghafal Al-Qur`an, Sholat Jama’ah, Sholat Dhuha, Tahajud, dsb tidak dihilangkan. Sungguh sangat bernilai liburan si B. Menjalin Silaturahim dan juga bernilai ibadah (insyaAllah). Begitulah yang disebut sebagai “Liburan Produktif”.

Kisah diatas hanya sebuah contoh kisah yang sering berada di tengah kita. Mungkin tidak sepenuhnya seperti itu. Ada beberapa hal yang ditambahkan atau dikurangkan.

Namun, hal yang perlu kita perhatikan adalah, Liburan mana yang kita pilih? Liburan Mematikan atau Liburan Produktif?

Berikut beberapa refrensi kegiatan Produktif selama liburan tiba :
-          Menghafal Al-Qur`an
-          Membatu orangtua
-          Membaca Buku Islami / Umum
-          Belajar Desain Grafis
-          Searching Materi Ke-Islaman di Internet
-          Silaturahim
-          Membantu Rohis sekolah
-          Tilawah Al-Qur’an
-          Sholat Dhuha dan Tahajud
-          Zikir Pagi dan Petang (misal : Al-Matsurot)
-          Dan sebagainya

“Liburan itu bisa memiliki 2 tipe. Tipe liburan Produktif atau Liburan Mematikan”

Ingat 5 perkara sebelum 5 pekara :
“Sehat sebelum Sakit, Muda sebelum Tua, Kaya sebelum Miskin, Lapang sebelum Sempit, dan Hidup sebelum Mati”

[Abu Ubaidah – Media Online LDK Al-Hurriyyah IPB]


0 komentar:

Posting Komentar

Iklan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites