.

.

Muhammad : 7

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [Al-Imran : 110]

As-Shof : 4

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.[As-Shof : 4]

Bergerak atau Tergantikan

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Hidup Mulia atau Mati Syahid

Ketika Kau Lahir di Dunia dengan Tangisan, Dunia Gembira Riang Menyambutmu. Ketika Kau Gugur sebagai Pahlawan, Dunia Mengangisimu, Namun Ruhmu gembira menyambut Syurga-Nya

Kita adalah Penyeru

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [Al-Imran : 110]

Senin, 24 Maret 2014

Pasangan dari Tuhan

oleh : Ust. Rahmat Abdullah

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,” HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia menjawab,
“Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”
Ini untuk:

Yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari.

Rabu, 19 Maret 2014

Untukmu Pemilih Kebenaran

  • Bismillaahirrohmaanirrohiim

    ~Untukmu Pemilih Kebenaran~

    Aku adalah seorang mahasiswa smester 4 yang jauh-jauh merantau ke Pulau Jawa hanya untuk mencari warna warni ilmu dunia. Mahasiswa yg menghabiskan waktunya tuk kuliah, begadang mngerjakan laporan, syuro stiap hari, mengganjal sepertiga perutnya dgan mie instan, dll, hampir sma sperti mhasiswa pada umumnya. Aku jga pernah mrasakan ip maksiml, walaupun skrang berkutat dgn ip 2 komaan. Yah, namun apalah arti tulisan "IP" .

    Yang ingin ku bicarakan dsni ialah tntang sebuah kebenaran, yang lebih hebat dripada itu, bahkan lebih dari gunung, dan bintang-bintang. "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (surah al-Ahzab, ayat 72)

    Makhluk bernama "m a n u s i a" memang aneh ya, sudah tau amanah itu berbahaya tpi masih saja meminta amanah-amanah dan jabatan. Namun, bagaimana kalau amanah itu tidak diminta? melainkan amanah itu memang hanya bisa dipikul oleh "dia"? Dia yang mempunyai kapasitas yang cukup dan sangat layak menjadi pemikul amanah berat ini? Yah kalian tau sendirikan, seorang pemimpin bukan dilahirkan dri daun pisang yang tertiup angin sepoi-sepoi, namun seorang pemimpin itu dilahirkan dari batu karang yang terhempas ombak dahsyat.

     Indonesia sekarang dihadapkan pada masalah besar, yah walaupun jauh jika dibandingkan dengan masalah ketika kiamat datang. Apa itu? apa lagi coba kalau bukan masalah memilih pemimpin yg PANTAS. Seorang pemimpin itu ibarat processor yang menjdi otak pda komputer, ibarat kulit yang melindungi organ serta bagian dalamnya, ibarat kilat yg lebih dhulu datang dripada guntur, dan ibarat pedang yang gagah menebas smua musuh yang nyata ada dihadapan. Namun bagaimana jika processor itu mudah eror? kulit itu mudah terserang penyakit? kilat itu telat datangnya? atau pedang itu mudah patah? ya tentu komputer itu lola, kulit gatal-gatal, guntur malah mendahului, dan pedang itu ga berguna lagi. Belum sempat mikirin rakyat, diri sendiri saja belum benar. Tapi bagaimana jika processor itu tanpa loading? kulit itu sehat? kilat itu disiplin datangnya? dan pedang itu kuat dan tajam? sudah dipastikan sistem akan lebih baik dan bahkan dibilang lancar. Baru kemaren aku membaca kisah salah satu kandidat calon pemimpin kita nanti yang luar biasa. Aku biasa saja ketika seseorang cp (calon pemimpin) banyak menuai janji-janji, aku biasa saja ketika mlihat cp membagikan sembako, aku biasa saja ketika cp pandai bicara dan menarik hati orang lain, aku biasa saja ketika cp itu berkeliling menelusuri desa dgan rekan2nya.

    Namun ini berbeda dengan itu semua, Beliau lebih dari itu, aku sangat tertarik dengan "beliau". Kalian tau Umar bin Khattab, khalifah ini adalah pemimpin yang setiap malam berkeliling untuk memastikan rakyatnya tidak ada yg sengsara, sahabat Rasul yg istirahatnya kbanyakan dimasjid. Aku menemukan hal yg serupa pada "beliau" ini walaupun tdk bsa dibandingkan dgan Umar yg merupakan sahabat Rasulullah. Beliau adalah orang yang sibuk, bahkan sangat sibuk namun apa coba istirahatnya? Beliau menggunakan waktu istirahat senggangnya dengan membaca Al-Quran, yang saat itu mungkin waktu yg paling tepat untuk mengistirahatkan tulang belakangnya spya dpat tegak kembali. Iniloh sudah ada pemimpin yang bukan sekedar memimpin tanpa dasar? Sudah ada loh jangan disia-siakan. Berfikir cerdas dan lakukan pilihan terbaik.

    Golput sudah ngga zaman.. mmilih krena bayaran n ancaman? emang dimana harga diri kalian Aku tau ketika aku menulis ini mgkin tdk aman bagiku, namun kebenaran harus tetap disampaikan.

    ~Pilihanmu merubah dunia~
    @FajarDwiMaulanaEftiah
    https://www.facebook.com/fajar.dwimaulanaeftiah 

    http://www.muharrikdakwah.com/2014/03/kisah-presiden-pks-anis-matta-yang.html

Selasa, 11 Maret 2014

Ku Merindui Dirimu


Entah apa yang sedang ku rasakan saat ini
Perasaan yang sangat memilukan hati
Perasaan yang sangat meresahkan hati
Perasaan yang sangat berbeda dari jutaan
anak manusia yang ku telah temui sebelumnya

Diri ini merasa sangat nyaman ketika berada di dekatnya
Merasa sejuk nan damai ketika melihat akhlak nya yang
berbalut dengan ketaqwaan dan kesederhanaan
Paras nya begitu indah bagiku
Mungkin tidak bagi sebagian orang
Namun yang lebih penting adalah bingkai akhlaqnya
yang begitu merantai jiwaku

Ah, sungguh perasaan ini sulit ku pendam
Resah ketika meninggalkannya
Bahkan tak ingin seorangpun menganggu dirinya
Andai saja ku bisa membelah diri, pasti akan selalu jaga dirimu

Khayal ku pun terlalu jauh untuk segera bersanding dengan dirinya
Ingin saja ku ungkapkan segera perasaan yang tidak biasa ini
Melengkapi kekurangan diri ini dengan kelebihan dirinya
Bahu membahu menegakan agama-Mu
Agar menjadi ikatan yang suci dan bernilai ibadah di sisi-Nya

Ya, Allah...
Sungguh hati ini terus ternodai ketika mengingat dirinya
Paras muka nya selalu menari-nari di kehidupanku
Aku sangat taku Ya Allah...

Takut karena akan menggugurkan semua amal yang telah ku lakukan
Takut karena ketidak ikhlasan mengerjakan sebuah pekerjaan

Saat ku berusaha menjauh darinya,
dengan begitu saja dirinya selalu hadir di hadapanku
Apalagi ketika ku mengingatnya sejenak,
Dirinya hadir pula di kehidupanku
Entah itu hanya sesaat berpapasan di jalan
atau dalam sebuah agenda di Kampus

Aku menyadari Ya Allah
Bahwa dirinya begitu sangat istimewa
Akhlaq yang terbingkai sejak lama membuahkan hasil yang luar biasa
Aku menyadari Ya Allah
Pantaskah diriku yang hina ini untuk bersanding dengan dirinya suatu saat nanti?
Aku menyadari Ya Allah
Amal ibadahku pasti kalah jauh dari dirimua
Bukan aku memujanya
Namun salah kah ku kagumi?
Seorang Wanita (Akhwat) yang luar biasa ini

Doa dan harapan selalu ku tujukan kepada-Mu
Dalam do'aku
Jika memang dia benar jodohku,
Maka dekatkanlah dan pertemukan kami suatu saat nanti
di waktu yang tepat
Jika memang dia benar jodohku,
Tenangkanlah hati ini yang resah ketika berada jauh darinya
Jika memang dia benar jodohku,
Maka jadikan ikatan suci nanti sebagai amal ibadah kepada-Mu
yang selalu mengharap Ridho-Mu

Namun, jika dia bukan jodohku
maka berikanlah dia pasangan yang lebih baik dari diriku
dan berikanlah aku pasangan yang lebih baik dari dirinya

Tak siapapun mengetahui apa yang ada di dalam hati ini
kecuali diriku dan Engkau Ya Allah..

Bingkailah hatiku dengan ketaqwaan
agar selalu terpaut cintaku hanya karena-Mu

---------------------------------------------------------------

Nantikan Ku di Batas Waktu
by : EdCoustic

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu

Senin, 10 Maret 2014

Bisikan Nurani - Hanya Tuhan Yang Tahu

 

Bisikan Nurani

Lautan kematian ombak
Tenang pantai tiada terusik
Begitulah tasik hatiku
Sejak kehadiranmu

Betapa aku hargai
Anugerah syurga di dunia
Doa kudus aku panjatkan
Semoga dirahmati

Telahpun ku syukuri
Di dalam hidup ini
Cinta suci kurniaan Ilahi

Kejernihan wajahmu
Sempurna pada pandanganku
Kau kirana
Keturunan terpilih
Disanjung serta dihormati
Kau permata
Kesederhanaanmu
Mengecap kekayaan dunia
Kau mestika
Ketaqwaan dirimu
Itu yang merantai jiwaku

Bukan aku memuji
Apalagi memuja
Salahkahku kagumi… perhiasan duniawi

Bisikan nuraniku
Engkaulah pilihanku
Akanku pertahankan
Amanah suci ini

Lirik Nasyid : Bisikan Nurani (In-Team Nasyid) 

----------------------------------------------------------------------------------

Hanya Tuhan Yang Tahu

Album : You And I See
Munsyid : Unic
http://liriknasyid.com


Ku pendamkan perasaan ini
Ku rahsiakan rasa hati ini
Melindungkan kasih yang berputik
Tersembunyi di dasar hati

Ku pohonkan petunjuk Ilahi
Hadirkanlah insan yang sejati
Menemani kesepian ini
Mendamaikan sekeping hati

Oh Tuhanku
Berikanlah ketenangan abadi
Untukku menghadapi
Resahnya hati ini mendambakan kasih
Insan yang ku sayang

Di hati ini
Hanya Tuhan yang tahu
Di hati ini
Aku rindu padamu
Tulus sanubari
Menantikan hadirmu
Hanyalah kau gadis pilihanku

Kerana batasan adat dan syariat
Menguji kekuatan keteguhan iman
insan yang berkasih





Lirik Nasyid : Hanya Tuhan yang Tahu (UNIC)


Cara Menjaga Hafalan Al Qur'an: Teori Beternak Onta

Bismillahirrahmanirrahim...

Banyak yang bertanya, "Bagaimana sih caranya menjaga hafalan Al Qur'an? kok yang sudah dihafal sering lupa ya?"

Sahabat yang budiman, sebenarnya teori menjaga hafalan Al Qur'an itu sederhana saja, yaitu dengan sering diulang-ulang (murajaah). Kenapa lupa? yaa...karena jarang diulang. Coba kalo sering diulang, pasti tetap terjaga. Yang sering lupa, pasti jarang/tidak murajaah? Betul apa betul? *evaluasi diri masing2 :D

Ya, cukup diulang-ulang aja. Insya Allah hafalan jadi lancar. Jadi inget tausyiah dari seorang Ustadz, "Menghafal Qur'an itu tidak perlu cerdas, yang penting rajin dan istiqomah". Justru dengan menghafal Al Qur'an orang bisa jadi cerdas.

Tapi untuk yang memiliki hafalan Qur'an yang cukup banyak, perlu 'manajemen pengulangan' tersendiri untuk menjaga hafalannya. Saya namakan manajemen ini dengan "Teori Beternak Onta".

Sahabat, tidak berlebihan jika aktivitas menghafal Qur'an itu dianalogikan seperti beternak onta. Soalnya Rasulullah saw pernah bersabda,

“Jagalah Al-Qur’an, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, Al-Qur’an itu lebih cepat lepas dari pada seekor onta dari ikatannya” (H.R. Bukhari)

Teori ini pun terinspirasi dari hadits di atas... :)



Jadi begini, orang yang menghafal Qur'an itu seperti orang yang beternak onta...
Orang yang sedang berburu onta seperti orang yang sedang ngapalin Al Qur'an,
Orang yang sudah nangkep onta seperti orang yang sudah hafal,
sedangkan orang yang sedang memelihara onta itu seperti orang yang menjaga hafalannya.

Masalahnya, tidak semua onta jinak (iya gak sih? saya bukan tukang onta soalnya, kalau salah mohon maaf ya...:p). Tapi kita asumsiin aja: Unta itu ada 3 jenis: liar, ada yang setengah liar, ada yang jinak. Begitupun hafalan, ada yang lemah, agak kuat, dan sangat kuat (ngelotok, kalo istilah orang Betawi)

Sekarang kita analogiin lagi,
hafalan yang lemah itu seperti onta liar, yang maunya kabur terus... (kabur dari ingatan)
hafalan yang agak kuat itu seperti onta setengah liar, kadang mau kabur, kadang engga.
hafalan yang kuat itu ibarat onta jinak, yg justru lebih suka sama pemeliharanya.

Hafalan lemah itu biasanya berupa hafalan-hafalan yang baru saja dihafal, seminggu yang lalu, misalnya. Hafalan yang baru dihafal ini rentan lupa. Semakin baru hafalan, semakin mudah lupa, biasanya.

Nah...strateginya, sebagaimana dalam beternak onta, seharusnya kita lebih fokus dalam mengurus 'Onta-onta liar'. Karena onta liar lebih mungkin untuk kabur dibanding yang jinak. Begitupun dalam menjaga hafalan, rumusnya adalah..."Utamakan hafalan-hafalan yang masih lemah". Aplikasinya..., "Hafalan yang lemah harus lebih banyak diulang daripada halafan yang kuat".

Soalnya, banyak penghafal Qur'an yang sukanya murajaah hafalan2nya yang sudah kuat saja, sedangkan hafalannya yang lemah jarang diulang2. Akhirnya...yang hafalannya yang kuat tambah kuat, yang lemah tambah lemah.

Walaupun demikian, bukan berarti hafalan yang sudah kuat tidak diurus. Harus diulang-ulang juga. seperti onta yang sudah jinak, dia juga tetap perlu diberi perhatian, walaupun tidak seintensif onta yang bermasalah (liar).

Idealnya, untuk onta liar, harus diurus minimal setiap 3 hari sekali. Setiap 3 hari, hafalan lemah harus diulang minimal sekali. Kalo misalnya hafalannya 3 surat dan masih lemah semua, maka murajaahnya sehari 1 surat.

Untuk onta setengah liar, harus diurus minimal setiap seminggu sekali. Setiap seminggu, hafalan agak kuat harus diulang minimal sekali. Misalnya, kalo hafalannya yang agak kuat ada 7 surat, maka murajaahnya sehari 1 surat.

Sedangkan untuk onta jinak (hafalan ngelotok), boleh ditinggal agak lama. Tapi jangan kelamaan, minimal dalam sebulan keulang minimal sekali.

Sebagai contoh, misalnya ada orang punya hafalan Al Qur'an 40 surat. 30 surat diantaranya hafalan kuat, 7 hafalan agak kuat, dan 3 lemah. Maka murajaahnya hariannya: 1 surat hafalan kuat, 1 surat hafalan agak kuat, dan 1 surat hafalan lemah. Dengan cara ini, hafalan kuat akan terulang sekali sebulan, hafalan agak kuat seminggu sekali, dan hafalan lemah 3 hari sekali.

Nah... kemudian, biarkan onta-onta itu tumbuh sehat, supaya bisa beranak-pinak, bisa diambil susunya, bisa dipakai sebagai kendaraan, dan diambil dagingnya buat makanan (kalo laper… :D). Maksudnya, rawatlah hafalan kita, insya Allah hafalan kita akan bertambah banyak dan memberikan manfaatnya buat kita juga, insya Allah...

Itu dulu ya. Semoga teori ini bisa diterjemahkan secara lebih teknis oleh kawan2 sendiri, sesuai dengan jumlah hafalannya masing2 :)


Wallahu ta’ala a’lam

Khalifah Muhammad Ali
kangkhalifah@yahoo.co.id

Thifan Po Khan Tsufuk dan Putri Gading #2






PUTRI GADING = Thifan Po Khan Tsufuk Khusus Wanita

Mengapa dibedakan antara lelaki dan wanita?
Karena postur tubuh laki-laki dan wanita itu berbeda. Di Tsufuk, khusus untuk wanita (akhwat), memiliki nama Putri Gading. Gerakan dan Jurusnya menyesuaikan dengan postur tubuh wanita. Jika jurus Laki-Laki Tsufuk diterapkan pada wanita, akan kebayangkan nantinya wanita berotot dan kekar? Itulah alasan mengapa dibedakan. Dan juga dipisah. Bagi wanita juga memakai seragam yang menutup Aurat.

DAFTAR TEMPAT LATIHAN / LANAH PUTERI GADING (AKHWAT/ PUTRI THIFAN)

12 Agustus 2010 pukul 11:43
BANDUNG
  • Masjid Al Fitrah PT Pindad
  • Kampus Univeritas Pendidikan Indonesia ( UPI)
  • Kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD)  Jatinangor
BEKASI
  • TKIT Cahaya Hati
DEPOK
  • Masjid Darussalam Griya Tugu Asri (GTA)
  • Kampus Universitas Indonesia (UI)
JAKARTA
  • Kampus Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN)
  • Kampus Universitas Negeri Jakarta  (UNJ)
BOGOR
  • Kampus IPB
SAMARINDA
  • Kampus Universitas Mulawarman
  • SMPIT Cordova



Thifan Po Khan Tsufuk - Kung Fu Muslim



Thifan merupakan bela diri yang dikembangkan para dai dari perkampungan muslim china utara.
Telah ditinggalkan segala hal yang bertentangan dengan syar'i dan telah dipergunakan untuk berdakwah sekian lama

Hadirnya generasi muslim sudah menjadi dambaan dan kebutuhan bagi kemashlahatan kaum muslimin saat ini. Pembinaan pribadi-pribadi muslim yang terpadu menjadi kunci untuk membentuk generasi tersebut sehingga mereka mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Konsep pembinaan yang terpadu tersebut harus mencakup semua sisi, baik dari sisi akal, ruh, maupun jasad. Keseimbangan ketiga sisi merupakan hal yang mutlak. Kekurangan atau ketimpangan dari salah satu sisi tersebut akan mempengaruhi sisi yang lain dan berpotensi menjadi kendala.


Sebagaimana dua sisi yang lain, Islam menaruh perhatian pada pembinaan jasad.

Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:
Dan siapkanlah bagi mereka apa yang kamu sanggupi dari kekuatan(Q.S. Al-Anfal:60)

Dalam sejarah, Rasulullah SAW dan para shahabatnya mencontohkan bagaimana mereka melakukan pembinaan jasadiyah. Mereka terbiasa melakukan aktifitas berkuda, memanah, berlatih pedang, bergulat, dsb.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah SWT dari mukmin yang lemah

Selain memiliki akhlaq yang mulia, ibadah yang tekun dan kecerdasan, Rasulullah dan para shahabatnya adalah orang-orang yang memiliki keterampilan fisik yang luar biasa. Seorang jago gulat di Mekkah pernah menantang Rasulullah dan mengatakan bahwa tidak pernah ia bergulat selelah itu saat bergulat dengan Rasulullah. Umar bin Khattab pernah bergulat dengan beberapa orang dari pagi sampai sore, sedangkan Saad bin Abi Waqas mahir memanah dan Ali bin Abi Thalib merupakan sahabat yang mahir memainkan pedang.
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) (QS al an faal : 60)


Sejarah Thifan Po Khan 

Kita ketahui bahwa hampir setiap jenis beladiri mempunyai cerita atau riwayat masing-masing, hanya saja munculnya riwayat tersebut terkadang sangat sulit untuk dibuktikan secara ilmiah.

Hal ini terjadi di antaranya karena riwayat ataupun sejarah munculnya beladiri, mungkin tidak menjadi perhatian khusus bagi para ahli sejarah manapun untuk diungkap secara tertulis, atau mungkin baru dirintis pada awal abad modern sekarang ini, itupun masih sangat terbatas sekali.

Kalaupun hendak diadakan penelitian yang sesuai dengan metode ilmiah, yang berkaitan dengan penelusuran sejarah munculnya suatu beladiri, maka akan menemukan berbagai kesulitan untuk mendapatkan bukti-bukti dan kesaksian-kesaksian tentang kejadian masa dahulu dan kini.
Pada umumnya, para pelaku ataupun para pendiri aliran beladiri tersebut tidak menuliskannya dengan jelas, kapan didirikannya (tanggal, hari, bulan dan tahun), di mana tempatnya (asal negara, propinsi dan suku bangsanya) dan pada masa apa atau siapa (kerajaan/ dinasti/pemerintahan) ? ataupun bukti-bukti nyata lainnya berupa benda-benda bersejarah kalau orang-orang beladiri tersebut pernah menciptakan senjata-senjata khusus yang dipakai dalam ilmu beladiri, dan berbagai hal lainnya yang diperlukan untuk sebuah penelitian. Kalaupun ada, bukti-bukti itu umumnya tidak lengkap.

Hal ini dapat dimaklumi penulis, karena dalam dunia beladiri ada hal-hal yang bisa diketahui oleh umum, tetapi ada pula yang ‘rahasia’, yang hanya diketahui oleh para pelaku/pendiri dan murid-murid utamanya, ada yang terkitabkan dan ada pula yang tidak, dan ini pun bertingkat-tingkat, persis seperti yang digambarkan dalam bentuk film-film, buku-buku cerita ataupun komik-komik, bagaimana kisah-kisah para pendekar dahulu ataupun sekarang, sangatlah ketat dalam menerima murid yang hendak belajar, karena memang para pendiri itu merasakan betapa susahnya ketika mendapatkan ilmu beladiri tersebut.

Rahasia yang dimaksud di sini adalah teknik-teknik andalan dalam berjurus ataupun ilmu-ilmu dalam/batin yang dimiliki beladiri tersebut memang harus disembunyikan. Hal ini bisa dimaklumi karena sesuai dengan filosofi ilmu beladiri bahwa ilmu beladiri itu diciptakan untuk membeladiri dari serangan/gangguan lawan artinya diusahakan tidaklah sedikitpun lawan itu bisa mengetahui ‘rahasia’, sebab jika lawan sudah mengetahui ‘rahasia’ ilmu beladiri tersebut, maka namanya tidak lagi beladiri tetapi berubah menjadi ‘menyerahkan diri’.

Uraian ini sengaja penulis ungkapkan karena sesuai dengan apa yang dialami penulis ketika hendak menuliskan riwayat/sejarah munculnya beladiri Shurulkhan Nie Thifan Po Khan. Tetapi tidak juga berarti penulis hendak berlaku seperti seorang peneliti sejarah, karena banyak sekali instrumen yang tidak dimiliki oleh penulis, di antaranya adalah literatur-literatur yang sangat minim.

Walaupun demikian tidaklah menjadikan pesimis bagi penulis, karena ada hal-hal tertentu yang pasti bisa disimak oleh siapa pun khususnya bagi para pecinta beladiri, yaitu adanya teknik-teknik/gerakan-gerakan yang khas yang ada pada berbagai jenis beladiri tersebut, dan hal ini secara nyata bisa kita saksikan dalam berbagai perguruan-perguruan beladiri yang ada di sekitar kita, terlepas dari asli atau tidaknya beladiri tersebut.

Karena kekhasan itulah yang juga bisa membedakan antara beladiri yang satu dengan yang lainnya. Hal ini adalah sebagai bukti awal bagi penulis bahwa ilmu beladiri tersebut memang pernah eksis atau ada.

A. Awal Perkembangan Thifan Po Khan

Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.

Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.

Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam :
"Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."
(ZHODAM, Telif Syiharani, halaman 9).

Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut :
“Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi”

Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da’wah Islam; Thomas W. Arnold).

Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.

Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan Tiongkok, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.

B. Bagan Asal-Usul Thifan Po Khan

A. Ilmu pembelaan diri purba (Kagrul) bercampur kumfu China Purba   
B. Kumfu China Purba, Kampahana, Tomosozhu, Yoga, Dahtayana (Shorim Shaolin)   
C. Ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldzyuk, Silat Kitan, Tayli.      
D. Shurul Khan
1. Naimanka (suku)
2. Kraitdsyu (suku)
3. Suyi (orang)
4. Syirugrul (orang)
5. Namsuit (orang)
6. Bahroiy (orang)
7. Tae Fatan (suku)
8. Orluq (rajawali)
9. Payuq (orang)   
   
Kemudian digubah, ditambah ditempa, dicampur, lalu dipilih, diteliti, dikaji, maka muncul cikal bakal THIFAN   
      
Bagan di atas dapat diuraikan lagi secara lebih terinci. Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Dulu, adalah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan. Dia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.

Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.
Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. 
Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.

Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turki). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.

Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan.

Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran seperti yang tersebut di atas. Aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan. Pada masa itu pengaruh Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.

C. Jurus dan Gerakan Thifan Po Khan

1. Jurus-jurus persiapan : diambil dari sepak tinju suku Wigu.
2. Tingkat Dasar : diambil dari gerakan campuran berbagai gerakan binatang dari cerita Pendekar Namsuit.
3. Jurus-jurus Turaiyt : diambil dari ilmu perkelahian Pendekar Mogul, Nana Fun.
4. Jurus-jurus Bergulat : diambil dari gerakan orang Turki, Tatar, Monsyu, Saldsyuk dan Kay suku Pantai.
5. Langkah (Tusyug) : diambil dari gerakan sebelas suku di daerah Thifan yaitu suku-suku selatan di China.
6. Khimo : diambil dari siasat suku Kitan, Tayli, Shourim, dan binatang.
7. Jurus-jurus Konlut : diambil dari gerakan unggas berkelahi, bertahan, dan lain-lain.
8. Fuen Lion : diambil dari gerakan berbagai jenis binatang cengkrik, ular, kelelawar, dan lain-lain.
9. Tawgi Kotlu : diambil dari gerakan binatang, pembelaan diri Tatar, Saldsyuk, China dan berbagai jenis Kungfu Purba Tezi dan Szanding.
10. Badur : diambil dari Aliran Tayakan Suku Mutang, Binatang Laut, Bentuk Bunga, Lilin, Selendang dari Tayli, Gerakan Suku Kitan, Mongol, Doghan dan China.

Seluruh gerakan itu diubah untuk melengkapi Shurul Khan. Selain ilmu tersebut di atas, dalam materi pelajaran beladiri ini juga diajarkan ilmu Awasin Al Kay dari Arab, tusuk jarum dari China, tusuk saraf dari Persia, dan lain-lain, juga permainan senjata seperti Toya, Shourim, Kungfu purba, permainan pedang Kurdi, permainan panah Mongol, permainan senjata Keway dari Anak Suku Wigu, serta ilmu Senzho yang merupakan gubahan berbagai suku. Karena itu Shurul Khan Thifan Po Khan termasuk aliran yang lengkap, karena segala aliran ada di dalamnya.

Inti materi latihan Thifan Po Khan dibagi menjadi enam bagian, yaitu :

1. Sentai (Senam)

Senam merupakan latihan dasar yang penting, karena mendukung jurus-jurus lain yang diajarkan kemudian. Senam tersebut meliputi : senam kepala (leher), bahu, tangan, jari, perut, pinggang, dan kaki. Ketujuh komponen tubuh inilah yang mendukung seseorang dalam melakukan gerakan serangan maupun bertahan.

2. Tawe (jurus)

Jurus dibagi menjadi :
a. Teknik Jurus : Tangan kosong (teknik kepalan dan tangan terbuka yang terkumpul dalam 2028 jurus), serta permainan senjata (sekitar 20 jenis yang terkumpul dalam 5028 jurus)
b. Teknik penggunaan jurus. Semua anggota badan bisa dijadikan senjata seperti kepala, sikut, tangan, lutut, telapak kaki, dan sebagainya. Tangkisan bisa dilakukan dengan tangan dan kaki, sedangkan teknik serangan dibagi menjadi 5 macam :
1) menyerang dengan teknik merapat
2) memanfaatkan tenaga lawan
3) mengimbangi tenaga lawan
4) menggunakan jarak/jangkauan
5) menggunakan teknik bertubi-tubi
3. Tusyug (langkah)

Langkah kira-kira ada 164 macam cara melangkah yang intinya ada 5 cara, yaitu :
a. geser
b. patah
c. lompat
d. putar
e. pilin
4. Sikla (pasangan)
5. Khimo (tipuan)
Khimo dibagi menjadi 5 jenis
a. khimo langkah
b. sikla khimo
c. khimo yang berbentuk jurus
d. khimo tangkisan
e. khimo senjata
6. Teknik pernapasan binatang buas

Ada 12 tingkat jenjang latihan yang berlaku di Thifan Po Khan. Setiap tingkat memakan waktu sekitar satu tahun. Namun ada juga program khusus, tergantung pada kemajuan murid. Pada program ini waktu bisa lebih dipersingkat.

D. Ciri Khas Thifan Po Khan

Salah satu ciri khas beladiri Thifan adalah teknik pembelaan diri yang selalu membiarkan lawan terlebih dahulu menyerang. Dengan demikian gerakan lawan dapat diamati, apakah mematikan atau tidak, kemudian teknik yang digunakan lawan tersebut digunakan untuk balik menyerangnya.

Untuk mencapai tahap kemampuan seperti tersebut di atas, ada dua hal pokok yang harus dimiliki :

1. Ketenangan
Ketenangan dapat dicapai jika dua unsur pokok dalam diri manusia dapat dipadukan dengan selaras, yaitu Unsur Jasadiyah yang terlatih dengan baik dan Unsur Ruhiyah yang terbina dalam pemahaman aqidah yang shahih.

2. Kelincahan.
Kelincahan didapat dengan melatih teknik-teknik yang ada dalam jurus-jurus Thifan secara tertib, disiplin dengan target sesuai dengan jenjang tingkatnya.
Kaidah-kaidah yang terdapat dalam Kitab Thifan Po Khan harus dilaksanakan sebagaimana adanya. Artinya, tidak boleh menambah-nambah tanpa ilmu yang jelas karena dalam beladiri kita bergerak menggunakan sistem otot, saraf, dan lain-lain.
Jadi apabila salah bergerak, bukannya sehat yang didapat tetapi sebaliknya, akan mengakibatkan sakit. Sebagai contoh, penyakit hernia dapat diakibatkan oleh latihan pernapasan yang salah.

E. Tradisi Lanah-lanah Thifan Po Khan

Tradisi yang diajarkan di lanah-lanah atau lembaga pesantren dengan doktrin Thifan Po Khan, di antaranya adalah :
1. Tidak menyekutukan Allah, tidak percaya pada takhayul, khurafat, dan tidak berbuat bid'ah dalam syara.

2. Berusaha amar ma'ruf nahi munkar (mengajak berbuat kebajikan dan melarang berbuat kemungkaran).

3. Bertindak teliti dan tekun mencari ilmu.

4. Tidak menganut asas ashobiyah (kesukuan, atau kelompok).

5. Tidak menggunakan lambang-lambang, upacara-upacara, dan penghormatan-penghormatan yang menyalahi syara.

Adanya doktrin ini disebabkan karena pada hampir semua beladiri terdapat paham agama/isme tertentu yang muncul dari adat/kepercayaan. Beladiri ini adalah beladiri khas muslim yang diwakafkan untuk umat Islam yang mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah.

F. Perkembangan di Indonesia

Pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri yang hidup sekitar abad ke-16 didatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/Raja Pasai).

Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Batang Uyun/Merbau. Kemudian, sekitar tahun 1900-an ilmu ini dibawa oleh Tuanku Haji (Hang) Uding yang menyebarkannya ke daerah Betawi dan sekitarnya.

Beladiri khas ini pun disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain. Sedangkan di luar pulau Jawa lainnya ilmu beladiri ini disebarkan oleh pendekar-pendekar lainnya sampai ke Malaysia dan Thailand Selatan (Patani).

Masuknya Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung dan tidak langsung. Khususnya di Jawa Barat, Thifan Po Khan dikembangkan/diteruskan oleh aliran Tsufuk atas bimbingan Ustadz A.D. El Marzdedeq.

Perlu diketahui, bahwa aliran Tsufuk ini muncul ketika masuknya Thifan Po Khan ke Indonesia dengan sistem pengajaran dalam bentuk yang tidak baku, disebabkan penyebarannya masih terbatas.

Karena besarnya animo kaum muslimin untuk mempelajari beladiri Thifan Po Khan, maka aliran Tsufuk membentuk sistem pengajaran yang baku tanpa meninggalkan kaidah-kaidah Thifan Po Khan yang benar.

Demikianlah sedikit uraian singkat tentang beladiri Shurul Khan Nie Thifan Po Khan, penulis merasa uraian ini masih banyak kekurangannya, walaupun demikian ada hal lain yang lebih pokok adalah bahwa tulisan ini merupakan informasi tambahan wawasan bagi kaum muslimin di seluruh penjuru tanah air.
 

Iklan

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites